Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017

Interferensi Bahasa

Ajip Rosidi *
Pikiran Rakyat, 5 Des 2009

Dalam percakapan sehari-hari malahan juga dalam tulisan-tulisan yang dimuat dalam majalah atau surat kabar, kita sering menemui kalimat-kalimat yang membingungkan karena ada kata-kata yang kurang lazim atau susunan kalimat atau ungkapan yang ganjil. Misalnya dalam buku telaah tentang sastra Sunda yang ditulis oleh sarjana terkenal yang menulis disertasi tentang interferensi, saya temukan ungkapan “menanam ikan”.

Penyair Asal Ende Luncurkan Buku Puisi 'Sepanjang Kayuh' di Warung Mbah Cokro

Reporter: Ribut Wijoto
beritajatim.com

Ratusan orang baik pegiat seni, sastrawan, pelukis, penari, aktivis, komunitas-komunitas serta masyarakat umum memenuhi area Warung Mabh Cokro, semalam (17/02). Mereka berkumpul untuk menyaksikan seorang pria berjambang dan bertubuh besar yang tengah membacakan pusisnya.

Kesatuan

Agus R. Sarjono *
Majalah Tempo, 11 Jul 2011

“Wahai pemuda Indonesia, jika Tunku Abdul Rahman bertanya kepadamu, ‘Berapa jumlah pemuda Indonesia?’, jawablah: ‘Satu!’” Demikian gelegar pidato Bung Karno saat terjadi konfrontasi dengan Malaysia. Jawaban “satu!” yang diberikan Bung Karno tentu bukan karena beliau malas menghitung berapa persisnya jumlah pemuda Indonesia saat itu. Juga bukan berarti Bung Karno kalah soal berhitung dibanding Rhoma Irama hanya karena Bang Haji melantunkan “Seratus tiga puluh lima juta/Penduduk Indonesia….”

Merdeka, tapi Bebas Jugakah kita?

Sapardi Djoko Damono *
Majalah Tempo, 18 Agu 2014

Sejak 1945, setiap tanggal 17 Agustus kita merdeka. Itu sebabnya tanggal itu disebut Hari Kemerdekaan, yang kita rayakan dan keramatkan. Merdeka berarti memiliki hak untuk bertindak, berbicara, atau berpikir sesuai dengan kehendak masing-masing. Kemerdekaan juga berarti kekuasaan untuk menentukan nasib sendiri, tidak tergantung, dan bebas bergerak.

Tali-temali Gender

Samsudin Adlawi
Majalah Tempo, 26 Mar 2012

Gerakan Women2Drive mengguncang Arab Saudi. Women2Drive (Linnisai Biqiyadatis Sayyarati), yang dipelopori Manal al-Sharif, asisten computer security perusahaan minyak Aramco, adalah kampanye menuntut hak mengemudi mobil bagi perempuan Arab Saudi yang gaungnya mendunia. Negara-negara Arab lain sudah lebih “liberal”, tak hanya membolehkan mengemudi, tapi juga memberi kemungkinan luas menduduki jabatan publik, sementara persoalan mengemudi mobil masih menjadi persoalan di Arab Saudi.

Jati Diri dan Bahasa Indonesia

Berthold Damshauser *
Majalah Tempo, 21 Apr 2013

Lapor. Sudah saatnya saya kembali melaporkan diskusi pada jam mata kuliah di Jurusan Indonesia Universitas Bonn. Diskusi itu bermula dari pertanyaan seorang mahasiswa.

“Menurut Bapak, apa ciri khas budaya Indonesia dan bertolak dari itu di mana kira-kira identitas atau jati diri bangsa Indonesia?”

Sastra-Indonesia.com