Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2014

Cerita Panji Gambaran Kebaharian Nusantara

Purnawan Andra *
solopos.com 8/3/2014

Indonesia adalah sebuah gambaran statistik keragaman yang luar biasa impresif: terdiri kurang lebih 17.000 pulau tersebar di kepulauan terbesar dunia sepanjang 3.200 mil membentang melintasi garis khatulistiwa serta dihuni lebih dari 200 juta penduduk, yang terdiri lebih dari 300 kelompok etnis dan beragam agama, ras, dan kelompok sosial.

Masih Relevankah Isu Komunisme?

Ade P. Nasution *
harianhaluan.com 10 Juli 2014

Tulisan ini terin­s­pirasi pada isu-isu dan rumor yang mun­­­­cul dalam ke­giatan kam­panye pemilihan presiden (pilpres) 2014. Melalui media sosial, tim kampanye dan simpatisan kedua calon berupaya menampilkan sisi terbaik calonnya namun juga berupaya menampilkan sisi buruk dari program capres saingannya.

Semangat “Berlayar” Orang-orang Tegal

Akhmad Sekhu *
kompasiana.com/akhmadsekhu

Jangan ngaku sebagai wong Tegal kalau tidak punya KTP bergambar kapal, demikian seorang teman dengan penuh kebanggaan mengatakan hakekat jati dirinya sebagai orang Tegal.

Tegal yang berslogan sebagai Kota Bahari memang wilayahnya persis berada di daerah pesisiran pantai utara, atau disingkat pantura. Mayoritas masyarakat Tegal, salah satunya adalah sebagai nelayan, dan lagu Nenek Moyangku Pelaut pun tidak hanya terdengar gagah tapi juga menjadi ada relevansinya di Tegal karena tidak sekedar dinyanyikan, melainkan juga dilakoni oleh sebagian besar masyarakat Tegal.

Linus Suryadi Sebagai Korban Kultur Jawa

F. Rahardi
frahardi.wordpress.com

Penyair Linus Suryadi AG (3 Maret 1951- 30 Juli 1999) dalam karya maupun hidup sehari-hari adalah khas stereotip Jawa. Senang perkutut, punya banyak keris tapi takut berkelahi apalagi membunuh. Doyan tongseng kambing meskipun darahnya tinggi dan selalu nrimo. Kepenyairannya dimulai dari tahun 1971. Saat itu Yogya sedang diperintah oleh “Presiden Malioboro” Umbu Landu Paranggi. Dia ini penyair Sumba yang bermukim di Yogya dan mengasuh Persada Studi Klub, lembar sastra dan budaya koran Pelopor. Salah satu anak didik Umbu adalah Linus. Meskipun waktu itu Linus belum apa-apa, sebab yang paling hebat karena puisinya bisa dimuat majalah Horison adalah Iman Budi Santosa.

PUstakapuJAngga.com

Sastra-Indonesia.com