Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2013

Reyog, Warok, Dan Gemblak;

Tri Tunggal Dalam Seni Pertunjukan Reyog Ponorogo
Sudirman *
_Majalah Dinamika

Cerita Terjadinya Reyog Ponorogo (Versi Ki Ageng Kutu)
Jika sedang berlangsung pertunjukan Reyog Ponorogo pada jaman dulu, waktu penulis masih kecil (tahun 1970–1980); banyak terjumpai sosok dewasa yang gagah dan kekar dengan baju hitam penadhon. Celana kombor hitam dingkikan sebatas bawah lutut, memakai sabuk othok terbuat dari bahan kulit dan ikat kepala (udheng), ditambah mothik yang diselipkan di pinggang sebagai identitas Warok yang menambah wibawa penampilannya.

SASTRAWAN ( PENULIS ) TERJEPIT DALAM DILEMA

Zhaenal Fanani
kiainyentrik.blogspot.com

Dalam jarak dan waktu tertentu, seseorang dipaksa untuk tidak menjadi dirinya sendiri – tapi didesak untuk menjelma sebagai pemimpin sebuah ‘negara’, menempati maqam ulama, meletakkan diri bagaikan sang ‘penebus dosa’, dan didaulat sebagai sosok yang mampu mengatasi problem.

PUstakapuJAngga.com

Sastra-Indonesia.com