Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2013

Menerawang Kotak Hitam Nusantara

Binhad Nurrohmat *
Kompas, 12 Nov 2012

Pena sejarawan menyisakan banyak lembaran kosong sejarah Nusantara. Banyak tokoh dan peristiwa pada masa lampau di Nusantara mengemuka saat ini dan tak sedikit yang antre panjang untuk dituliskan atau telanjur terpendam di balik ingatan. Bentangan masa dua milenium di Nusantara (sekurangnya sejak Kerajaan Salakanegara di Jawa Barat pada abad II hingga abad XXI ini) banyak memiliki lubang hitam besar menganga. Apalagi kalau dari sejarah diharapkan kebenaran absolut.

Pasar Sejarah Nusantara (Menanggapi Binhad Nurrohmat)

Ahda Imran *
Kompas, 19 Nov 2012

ESAI Binhad Nurrohmat atau BN ”Menerawang Kotak Hitam Nusantara” (Kompas, 11 November 2012) menyasar hubungan karya sejarah di Nusantara dan karya sastra. Hubungan yang diletakkannya sebagai persekutuan imajinasi dan nalar manakala keduanya melakukan penerawangan atas fakta dan data sejarah.

Demi Princess Naila, Putri Hasna dan Raden Ranu Wijaya

Desiana Medya A.L*
http://sastra-indonesia.com

Langit malam minggu dihiasi mendung. Jam dinding menunjukkan pukul delapan lebih seperempat. Anak-anak sudah terlelap, setelah seharian bermain, nonton TV, saling bergurau, dan bertengkar! Ya, bertengkar. Tiada hari tanpa adu mulut, berebutan, tangisan, teriakan. Saat malam tiba, setelah anak-anak tertidur pulas, baru saya bisa istirah.

Belajar Bersama Anak

Diyah Errita Damayanti *
http://sastra-indonesia.com

Tak terasa, usia pernikahan telah menginjak 10 tahun. Berbagai persoalan rumah tangga, yang datang dari anak pun kami berdua, jadi bumbu dalam menjalani kehidupan. Alhamdulillah, kami telah dikaruniai 3 anak: Nurrozaan Hanif Rahman (9 tahun), Nayra Elda Nuraini (7 tahun) dan Nandine Putri Humaira (5 tahun). Mereka lucu, cantik, ganteng dan pintar, juga terkadang nakal, bandel sesifat anak pada umumnya.

PUstakapuJAngga.com

Sastra-Indonesia.com