Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2012

Sanktuari: Syarah atas Caping

Asarpin
Sastra-indonesia.com

Stephen Hirtenstein, yang sangat mengagumi Ibn Arabi, menyebut pemikiran sebagai “tamu dari langit yang melintasi ladang hati”. Dalam hal ini, pemikiran tak cuma mengacu kepada proses otak, atau sesuatu yang dapat kita pikirkan, atau kita renungkan. Pemikiran mengindikasikan sesuatu yang muncul dari keheningan batin, setiap saat dalam diri kita, di dalam kesadaran batin kita.

Risalah Mahasiswa

Sartika Dian Nuraini
Solo Pos, 31 Juli 2012

Sejarah tampak selalu memberi tugas-tugas yang berbeda pada mahasiswa di setiap zaman. Fungsi-fungsi mahasiswa dalam setiap zaman akan terus berubah. Sejarah bangsa Indonesia sudah menunjukkan hal itu. Mahasiswa-mahasiswa pertama Indonesia di akhir abad ke-19 atau awal abad ke-20 banyak yang bergerak dalam dunia politik, pers, dan pendidikan. Mereka antara lain Suwardi Suryaningrat, Cipto Mangunkusumo, Soekarno, M Hatta, Tan Malaka, dan lain-lain. Merekalah yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Sastra-Indonesia.com