Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2012

AVONTUR; Kesan dalam Jejak Sang Petualang

Imamuddin SA
http://sastra-indonesia.com/

Experience is the best teacher; pengalaman adalah guru terbaik. Kata mutiara ini tampaknya akan menjembatani kita untuk masuk dalam sajak-sajak Ragil. Dalam hal ini, pengalaman mampu menjelma menjadi seorang pengajar bagi para siswa, menjadi dosen untuk mahasiswa, menjadi ustad bagi murid, menjadi kiyai untuk santri, dan menjadi mursyid bagi rohaniawan, atau apa sajalah yang sejenis.

LIMA ROMADHON DARMINTO

Muhammad Zuriat Fadil
http://sastra-indonesia.com/

Darminto seorang preman kampung kami, tak usah macam-macam menyebutnya, tak usah mempercantik kata, begitu saja karena memang tidak puitis. Sehari-harinya ya mabok, judi, berkelahi, main pelacur, dan lain sebagainya yang mengukuhkan posisinya sebagai preman nomer satu di kampung kami.

Perempuan dan Pengabdian Sastra

Bandung Mawardi
http://www.suaramerdeka.com/

KEMISKINAN tak memupus gairah literasi. Makna diri sebagai perempuan tak meruntuhkan etos sastra. Kehadiran diri sebagai pengisah hidup justru membuat pengabdian sastra mirip takdir. Luka, airmata, doa, keringat, mimpi, lelah, sesalan memang melumuri diri tapi memberi basis mentalitas untuk bersetia mengolah kisah. Hidup pun bertaburan kisah dan bergelimang makna.

Berdakwah lewat Sastra

Nur Kholiq
 http://www.suaramerdeka.com

SETIAP muslim sebenarnya memiliki tugas dan tanggung jawab untuk berdakwah. Kegiatan syiar Islam itu tidak saja menjadi tugas para kiai dan mubaligh semata. Itulah keyakinan Khusnul Khotimah (21), salah satu sastrawati potensial yang dimiliki Kabupaten Purworejo.

Pendidikan; Prospek Pembentuk Karakter Budaya *

Nurel Javissyarqi ** http://sastra-indonesia.com/
Bismillahirrohmanirrohim, saya awali makalah ini. Sebelumnya maaf pengantarnya panjang, lantaran saya perlu sesuaikan tema yang sudah tertandai. Anggaplah sebab musababnya materi kan tersampaikan atau asbabul wurud, demi dapati pijakan realitas kata-kata nan terwedar. Kebetulan saya tengah hijrah di bumi Reog, memang tak jauh dari tanah kelahiran Lamongan yang kini terpijak, ibu pertiwi jiwa-raga ini. Tetapi bagaimana pun suasana hijrah taklah menyenangkan, ada rindu mungkin sedalam kerinduan para muhajir ke tanah suci, seperti mendamba surga di bawah telapak kaki ibu.

Individuasi

Budi Darma *
__Jawa Pos 22 May 2011

RUBRIK Ruang Putih {Jawa Pos, 15/5) menurunkan tulisan Audifax Prasetya Mengenali Keindaiuin. Artikel itu mengemukakan betapa tidak cn .un.mm.i apabila seseorang dianggap sama dengan orang lain. Kisah itu, antara lain, menyangkut tokoh yang bernama Moira Espe-r.nui.i customer service bank. Karena pesona dan penampilannya mirip tokoh lain. Bela Porizkova, editor majalah mode Contem-poreanos, orang-orang menganggap Moira tidak lain adalah Bela. Tentu saja Moira merasa tidak nyaman. Jati dirinya seolah-olah hilang dan karena itu eksistensinya tidak diakui.

CAHAYA DI UFUK KEJUANGAN

Suryanto Sastroatmodjo
http://sastra-indonesia.com/

1.
Sebelum mengakhiri buku pengembaraan panjangnya di Bali, K’tut Tantri dalam “Revolt in Paradise” (Revolusi di Nusa Damai) menulis sebagai berikut : “Di atas kota, bintang-bintang memancarkan cahayanya yang gemerlapan, dan aku teringat akan sebuah kisah di masa bocah, yang mengatakan : Mereka yang ingin memperoleh ketenangan, haruslah berani meninggalkan kesenangan dan harta dunia, dan pergi berkelana mencari tempat bintang suci.

Sastra-Indonesia.com