Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2012

Bangsa yang Haus Kebanggaan

Bagus Takwin
Kompas, 31 Des 2010

BERBANGGA sempat dialami Indonesia minggu-minggu lalu. Kemenangan-kemenangan Tim Nasional Garuda di Piala AFF 2010 jadi perangsangnya. Kebanggaan itu menyebar luas dengan daya besar, meletuskan euforia hampir di tiap lapisan masyarakat.

Banyak yang bisa dipelajari dari kebanggaan itu: makna kebanggaan, faktor dan pengaruhnya, gejala sosial-politik yang ditandainya, juga watak orangnya. Ia bisa bercerita banyak tentang situasi psikologis orang Indonesia.

DAGING SAMPIL

Ahmad Zaini*
http://sastra-indonesia.com/

Seekor sapi dijagal di halaman masjid. Puluhan orang bahu-membahu agar sapi yang berbadan gemuk dan liar ini dapat dijinakkan. Ada yang membuat kolongan tambang untuk menjebak kaki sapi. Ada juga yang menarik tambang yang mencocok hidung sapi. Jika salah satu kaki sapi masuk ke dalam kolong tambang maka mereka pun serentak menyeretnya sampai sapi terjatuh dan benar-benar terlentang persis di lubang pemotongan.

Puasa, Setan, dan Gempa

Emha Ainun Nadjib

PUASA itu melatih “tidak” karena kehidupan sehari-hari kita adalah melampiaskan “ya”. Sekurang-kurangnya mengendalikan “ya”. Mental manusia lebih berpihak pada “melampiaskan” dibanding “mengendalikan”.

Padahal, keselamatan peradaban, keindahan kebudayaan, tata kelola manajemen, kepengurusan negara dan kemasyarakatan lebih mengacu pada pengendalian daripada pelampiasan.

Arogansi Teks Dan Elaborasi Penakluk Ide: Sebuah Prolog Kegelisahan

Agus Sulton
http://sastra-indonesia.com/

Manusia adalah pencipta budaya, dan sosial sebagai kekuatan ambisi untuk proses berbudaya. Individualitas berfikir setidaknya mampu membentuk budaya, namun budaya sendiri akan mempengarui manusia terhadapa kepribadian seseorang. Keduanya sebagai akar relasi akomodatif, dalam artian saling menyesuaikan dan dapat berkembang selama manusianya tidak menafikan sejarah pendahulu, kamudian dikemas ke dunia kekinian. Sebab itulah, sejarah sebagai tiang kekuatan bangsanya bahwa bangsa tersebut dikatakan bangsa yang banyak menyimpang tradisi-berbudaya.

Menuju Kebudayaan Baru itu Meniru Barat

Meneropong Thaha Husein dan Sutan Takdir Alisyahbana
Aguk Irawan Mn
http://www.sinarharapan.co.id/

Di saat gelombang perdebatan Manikebu Vs Lekra bertemu di puncak yang sangat sengit (1950-1965), Mesir juga mengalami persengketaan yang meluap dan tak kalah sengitnya. Permasalahannya juga tak jauh berbeda, yaitu dalam hal dan cita-cita ”mewujudkan kebudayaan baru” persoalan itu digiring melalui konsepsi ”bahasa dan sastra Arab”. Pelaku perdebatan adalah para eksponen modernisasi dan eksponen tradisionalisasi.

Krisis Kepenyairan Kita

Ribut Wijoto
http://terpelanting.wordpress.com/

Dalam rentang sepuluh tahun terakhir, telah terjadi krisis kepenyairan di tanah air kita. Banyak sekali bentuk-bentuk puisi yang sebelumnya pernah berkembang, kini, mengalami kemacetan. Padahal bila dikembangkan, bentuk-bentuk puisi itu akan menemukan kemantangannya yang baru.

Penggali Kubur

Jusuf AN http://www.kompasiana.com/jusuf_an
Senja itu, ketika langit benar-benar muram, dengan lambung yang perih dan kerongkongan yang kering Gustaf memohon agar ada orang yang meninggal. “Tuhan, kenapa sudah seminggu ini tak ada lagi orang yang mati?” Doanya mungkin terdengar aneh. Bukankah setiap menit, atau bahkan setiap detik selalu ada orang yang mati? Ya. Dan sebenarnya bukan itu yang sungguh-sungguh Gustaf inginkan. Sesungguhnya Gustaf hanya meminta agar Tuhan melepas nyawa salah seorang manusia yang kemudian mayat salah seorang itu dibawa ke pekuburan di mana Gustaf bekerja setiap harinya.

Menjadi Creative Junkies

Judul buku : Oh My Goodness; Buku Pintar Seorang Creative Junkies
Penulis : Yoris Sebastian
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Maret 2010
Tebal : 201 halaman
Harga : Rp. 68.000,-
Peresensi : Akhmad Sekhu
http://www.surabayapost.co.id/

Kreatif. Sebuah kata yang terdengar too good to be true bagi sebagian orang. Banyak orang yang menganggap dirinya tidak kreatif. Kreativitas seakan menjadi barang langka yang hanya dimiliki mereka yang punya bakat kreatif.

Selamat, Saya Kira Anda Sudah Tiba di Gerbang Puisi!

TS Pinang
Kemudian.com/ http://www.facebook.com/ca.fes1

Saya kira, saya tidak perlu mendefinisikan apa itu puisi. Berbagai definisi tentang puisi banyak ditemukan dalam buku-buku teks sastra, juga dapat ditemukan dalam kamus atau ensiklopedi. Definisi bersifat membatasi dan klasifikatif. Saya kira, berbagai versi tentang apa itu puisi dapat Anda cari sendiri. Bagaimanapun, saya yakin semua peserta bengkel ini minimal memiliki bayangan atau pemahaman tentang puisi, walaupun mungkin kesulitan merumuskannya. Apapun konsep tentang apakah puisi itu, lambat laun akan kita uji dalam proses kepenyairan kita selanjutnya.

PUstakapuJAngga.com

Sastra-Indonesia.com