Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2010

Derita Anak, Derita Ibu

Ahmad Zaini*
http://forum-sastra-lamongan.blogspot.com/

Temaram lampu dalam kamar menyorot wajah yang lembab air mata. Kilauan maniknya melintas pelan melewati relung pipi yang tampak merah lebam. Di atas ranjang yang beralas kasur, seorang gadis duduk termenung menatap bagian perut yang semakin lama semakin membesar. Selimut putih dengan variasi garis horizontal di gelar lantas digunakan untuk menutupi perutnya ketika pintu kamarnya terketuk pelan.

Rambut terurai sebahu kemudian dirapikan sembari menyingkap selimut yang menutupi perutnya. Wajah setengah tua dan berkebaya bermotif bunga telah berdiri di depan pintu. Muka murung terukir dari pancaran yang meredup menyedihkan sesuatu. Setelah ia melihat gelagat anaknya yang tidak mencurigakan kemudian wajah dari perempuan setengah tua itu mundur menyelinap di balik daun pintu menuju balai tamu. Di tempat itu kemudian ia duduk santai membaca majalah yang tertumpuk di bawah meja tamu.

Sekelebat bayangan anaknya melintas di depannya. Konsentra…

Emha Ainun Nadjib, Pengelana dari Menturo

Sudah dimuat di Majalah alKisah edisi No 25/III/2005

Ia adalah sosok multikreatif. Kreativitasnya telah mengantarkan langkah kakinya ke berbagai dimensi kehidupan: santri, gelandangan, dan seniman sastra.

Tanggal 17 malam, di Dusun Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.

Halaman pesantren yatim piatu itu sudah nyaris penuh oleh jemaah. Nuansa putih mewarnai ribuan orang yang duduk di atas puluhan tikar yang terhampar, sampai ke luar kompleks Pesantren Zaituna. Pukul sembilan tepat, acara pun dibuka dengan pembacaan surah Al-Fatihah oleh seorang pria gagah yang juga mengenakan baju dan kopiah putih.

Acara demi acara pun kemudian mengalir dengan lancar. Selawat pembuka, yang diambil dari beberapa syair Maulid Simthud Durar, mengawali prosesi spiritual malam itu. Lantunan syair selawat itu semakin indah saat diiringi irama rancak yang berasal dari perpaduan berbagai alat musik modern dan tradisional. Jemaah, yang sebagian besar pemuda dan mahasiswa, pun segera larut dalam kesyahduan.

Usai be…

Bunga Rampai dalam Pameran Bang Wetan

Susianna
http://www.suarakarya-online.com/

Di daerah Jawa Timur ternyata banyak menyimpan potensi pelukis berbakat. Paling tidak bisa terlihat dalam pameran lukisan Jawa Timur "Bang Wetan" yang diikuti sebanyak 60 pelukis. Itu pun masih banyak lagi pelukis asal Jawa Timur yang tidak ambil bagian di antaranya sudah punya nama. Pameran bertema "spirit for Indonesia" ini berlangsung 6 - 15 Juli 207 di Galeri Cipta Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (PKJ-TM). "Dari segi tema sangat beragam, dari segi ekspresi mereka bisa mengekspresikan gagasan-gagasannya secara murni. Saya anggap ini istimewa dan saya mau membukanya," ujar Kepala Badan Pertanahan (BPN) Joyo Winoto, PhD.

Kurator seni rupa Sri Warso Wahono melihat banyak pameran akhir-akhir ini, karya realisme fotografis menjadi trend. Demikian juga digandrungi oleh pelukis Jawa Timur yang lebih banyak berangkat dari realita, lalu mengembangkan simbol-simbol. seperti kemiskinan yang dibandingkan dengan s…

Sandur :Teater Pedesaan

-sebuah diskripsi kesenian yang hampir punah-
Joko Sandur
http://www.sastra-indonesia.com/

Sandur merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional kerakyatan yang sampai saat ini masih hidup dan terpelihara, serta dipercaya mempunyai kekuatan magis bagi masyarakat pendukungnya, khususnya masyarakat desa Yungyang. Kesenian yang konon lahirnya pada masa penjajahan Belanda itu, sampai sekarang tetap hidup, terpelihara, dan berkembang, serta eksistensinya.

Sandur merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional kerakyatan yang langka, bahkan dapat dikatakan hampir punah, mengingat durasi pementasan kesenian tersebut semakin memurun. Sandur sebenarnya tidak hanya terdapat di wilayah Lamongan saja, tetapi juga terdapat di daerah-daerah lain, seperti daerah Bojonegoro, Probolinggo, Pamekasan, Bangkalan, Jombang, Surabaya, Tuban dan Lamongan. Secara pragmatis menurut pengamatan penulis, dewasa ini di daerah, daerah yang disebutkan di atas, hampir tidak pernah ada durasi pementasan kesenian sandur…

Puisi-Puisi Akhmad Muhaimin Azzet

http://www.suarakarya-online.com/
Pesta Kembang Kertas

taman malam begitu dingin,
tapi engkau membaris
lilin hitungan usia
yang semakin saja bergemetar
kembang-kembang kertas
bertebaran hingga dada
menjadikan makna perjalanan
terkikis oleh embun
dan ciuman membara
di kolong yang telah buram

jangan lagi percaya
kepada khutbah para pendosa
katamu, tetapi betapa berlari itu
meledakkan api
yang engkau mengabadikan baranya
di pesta-pesta
kapan lagi duhai,
bukan semata mimpi kedalaman
bukankah telaga kita
betapa pernah bersaksi cinta



Seusai Melukis di Pinggir Kali

berbaringlah kekasihku,
menuntaskan segala warna
senyampang yang mengalir
masih kebeningan
dan melati betapa bertebaran menguar wangi
agar tak lagi nanar tatap ini,
hanya sekedar lekuk
berkali degup jantung
membisikkan silau cahaya

berbaringlah kekasihku,
meredam gejolak mempurba
sebagaimana saat mengalirkan
segala amsal gelisah
dalam aliran hari-hari,
yang senantiasa gemerisik
anggaplah, duhai,
percintaan air dan batu-batu kali
bukankah dendam juga
me…

Unsur Surialis-Simbolis Kreteg Emas Jurang Gupit Karya Djajus Pete

Anam Rahus
http://sastra-bojonegoro.blogspot.com/

A. Pendahuluan

Sastra Jawa merupakan bagian dari kesusastraan Nusantara. Sastra Jawa saat ini masih terus berkembang sesuai dengan kondisi dan minat masyarakat pendukungnya. Sastra Jawa modern berkembang seiring dengan kesusasteraan Indonesia. Selama ini perkembangan sastra Jawa melalui mass media, terutama majalah berbahasa Jawa Jaya Baya dan Panyebar Semangat. Setelah Ajip Rosidi memberikan hadiah sastra Rancage bagi buku sastra Jawa yang dianggap baik, ada perkembangan baru dalam bidang penerbitan sastra Jawa. Penerbitan buku mulai diusahakan lagi oleh para sastrawan Jawa. Di antara buku-buku sastra Jawa yang pernah terbit yaitu kumpulan cerpen Kreteg Emas Jurang Gupit karya Djajus Pete. Buku ini telah mendapatkan hadiah sastra dari Yayasan Kebudayaan Rancage pada tahun 2002. Sudikan dkk. (1996:3) menyatakan bahwa kesusastraan Jawa modern sudah mendapat perhatian dari kalangan akademis dan kalangan kritikus sastra meskipun tidak seimba…

Lebih Dekat dengan Bustanul Arifin

: Penulis buku Mutiara indah dari Paculgowang
Siti Sa’adah
http://forumsastrajombang.blogspot.com/

“Pena yang usang lebih berharga dari ingatan yang tajam”

Siang tidak terlalu terik, minggu, 9 Mei 2010 saya menginjak halaman kantor madrasah diniyah Tarbiyatunnasyiin Paculgowang untuk bertemu Bustanul Arifin dengan maksud wawancara ringan mengenai kiprahnya di dunia kepenulisan yang relatif masih asing bin langka di lingkungan Paculgowang.

Begitu bertemu, ternyata kami sudah saling mengenal, hanya saja selama ini belum tahu nama satu sama lain. Kang Arifin yang lahir di Lampung, 21 April 1983 ini mahasiswa Ma’had Aly Tebuireng semester lima dan mengajar di madrasah Tarbiyatunnasyiin tempatnya mondok dan di MTs-MA Terpadu AL-Munawaroh Ngemplak Ngudirejo.

Bagi yang sudah membaca bukunya, pasti sudah tahu kalau buku itu berisi mauidhoh romo kyai Abdul Aziz yang disampaikan dalam kuliah subuh setiap Jum’at Legi. Dalam kuliah itu biasanya romo kyai mengangkat sebuah tema, menulis sebuah maqolah a…

HUBUNGAN BUDAYA MELAYU MELALUI TEATER

Maman S. Mahayana *)
http://mahayana-mahadewa.com/

Apa yang dapat dilakukan teater dalam menjalin hubungan budaya Melayu bagi masyarakat di kawasan Asia Tenggara ini? Apa pula relevansinya dengan budaya Melayu sementara hubungan antarbangsa di kawasan ini tidak menghadapi masalah yang mengkhawatirkan? Adakah signifikansi hubungan itu dalam meningkatkan kerja sama kultural masyarakat di kawasan ini? Sejumlah pertanyaan lain tentu saja dapat kita sampaikan lebih panjang lagi. Bagaimanapun juga, kontak budaya antarbangsa, tentu tidak hanya sekadar menjalin komunikasi bangsa-bangsa yang bersangkutan, tetapi juga menjalin hubungan yang dapat menumbuhkan peningkatan pemahaman tentang kondisi sosial-budaya masyarakatnya. Lebih dari itu, membuka jalinan kerja sama yang lebih luas dan konstruktif mengenai berbagai kemungkinan penciptaan program-program yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak di masa yang akan datang.

Lalu, mengapa pula mesti melalui teater? Teater adalah salah satu bentu…

SYAM (Sebuah Naskah Teater)

Imamuddin SA
http://forum-sastra-lamongan.blogspot.com/

Babak 1
Panggung dalam keadaan kosong. Permainan dilakukan dengan menggunakan silhuet. Ini adalah ilustrasi sebuah mimpi dari seorang penyair. Dalam permainan silhuet tersebut muncul sesosok lelaki yang membawa sekantong besar harta. Ia menyeretnya dari sisi kiri ke kanan. Ia berada dalam kondisi susah payah saat membawanya. Dalam suasana seperti itu diiringi dengan irama musik sendu.

Setelah itu, muncul dua orang pemain dari dua arah yang berlawanan. Mereka mengambil posisi pertemuan tepat di tengah. Keduanya melakukan tarian yang romantis. Saat itu suasana telah diiringi dangan alunan musik yang romantis pula. Adegan itu dilakukan hingga musik berhenti. Saat musik telah berhenti, kedua pemain tadi berpisah keluar silhuet dengan mengambil posisi yang berlawanan pula.

Silhuet masih terus berlangsung. Tidak lama kemudian musik kembali didendangkan. Tetapi irama musik telah berubah. Yang tadinya romantis kini menjadi nada-nada mencekam.…

PUstakapuJAngga.com

Sastra-Indonesia.com