Langsung ke konten utama

Postingan

MENOLAK KONON: SEBUAH PERTANGGUNGJAWABAN

Editor: Maman S Mahayana

Guna mengetahui serba sedikit proses penyusunan buku ASPI, berikut saya sertakan semacam Pertanggungjawaban Editor. Silakan dicermati.
“Penyair yang baik adalah penulis esai yang baik!” Ini bukan konon! Tetapi, begitulah keyakinan Sapardi Djoko Damono, salah seorang penyair terkemuka kita yang hingga kini masih terus berkarya. Maka, kita dapat melihat, esai-esai yang ditulis Sapardi Djoko Damono, Sutardji Calzoum Bachri atau Goenawan Mohamad—sekadar menyebut tiga nama—nyaris selalu hadir dengan penyajian yang mengalir lancar, renyah, dan sedap. Di sana, dalam esai-esai mereka, kalimat, ungkapan atau idiom, bahkan juga kata-kata tertentu kerap begitu trengginas, lincah, gesit, dan kadang kala juga tajam, keras, dan nyelekit, meski dikemas secara metaforis. Hampir selalu ada informasi baru dan ungkapan atau metafora yang segar dan inspiratif dalam esai-esai mereka.
Postingan terbaru

Naskah Teater; Jaka Modo

Naskah Drama Karya: Rodli TL *

Sinopsis
Andong Sari terusir dari istana, lantaran cemburu berujung fitnah. Ia harus membawa lari bayi lelakinya ke hutan utara, sampai Gunung Ratu dengan di temani seekor garangan dan kucing. Bayi itu ia beri nama Joko Modo.

Matroni Muserang: Dari Madura ke Majelis Sastra Asia Tenggara

F. Moses *
JP Radar Madura, 26 Jul 2017

MADURA selalu menawarkan nama baru dalam kontes panggung kesusastraan Indonesia. Nama-nama penyair muda dari Madura tak pernah absen dari media-media yang setiap minggu memuat karya-karya sastra, cerpen, esai, dan terutama puisi. Di pulau yang dikenal dengan karapan sapinya ini: menjadi penyair seakan menjadi cita-cita hidup setelah naik haji, demikian seorang kawan dalam sebuah pertemuan berseloroh.

PUstakapuJAngga.com

Sastra-Indonesia.com